[TEST] Pahami Bedanya Amnesia dan Demensia
07/07/2025
Pada dasarnya, amnesia dan demensia memang kondisi kehilangan ingatan, namun keduanya bukanlah kondisi yang sama.
Amnesia adalah hilang ingatan yang biasanya bersifat sementara, sedangkan demensia sifatnya progresif dan tidak bisa disembuhkan.
Selain hilang ingatan, demensia juga memunculkan gejala lain terkait kemampuan berpikir yang menyebabkan penderitanya kesusahan menjalani aktivitias harian.
Amnesia adalah hilang ingatan yang biasanya bersifat sementara, sedangkan demensia sifatnya progresif dan tidak bisa disembuhkan.
Selain hilang ingatan, demensia juga memunculkan gejala lain terkait kemampuan berpikir yang menyebabkan penderitanya kesusahan menjalani aktivitias harian.
Gejala
Amnesia biasanya ditandai dengan kesulitan membentuk memori baru (anterograde amnesia) dan kesulitan mengingat memori lama (retrograde amnesia).
Gejala demensia mencakup hilangnya ingatan yang makin parah seiring waktu, kecenderungan untuk menghilangkan sesuatu, kecenderungan tersesat, kesulitan menjalani rutinitas harian, dan perubahan kepribadian.
Penyebab
Amnesia biasanya disebabkan oleh cidera otak, sedangkan demensia biasanya terjadi karena kondisi degeneratif pada otak atau kondisi metabolisme.
Penyebab amnesia biasanya terdiri dari kerusakan pada hippocamus (bagian otak yang menyimpan dan membentuk memori), gegar otak atau trauma pada kepala, stroke, penggunaan alkohol jangka pendek maupun panjang, kecemasan, trauma mental yang parah seperti PTSD.
Hal yang mungkin jadi penyebab dementia adalah penyakit otak neurodegeneratif (misalnya Parkinson dan Alzheimer), hipotiroidisme, kekurangan vitamin B12 atau masalah metabolisme lain, kelainan struktural pada otak, senyawa toksin seperti timah, tumor otak, maupun infeksi seperti meningtis.
Amnesia biasanya ditandai dengan kesulitan membentuk memori baru (anterograde amnesia) dan kesulitan mengingat memori lama (retrograde amnesia).
Gejala demensia mencakup hilangnya ingatan yang makin parah seiring waktu, kecenderungan untuk menghilangkan sesuatu, kecenderungan tersesat, kesulitan menjalani rutinitas harian, dan perubahan kepribadian.
Penyebab
Amnesia biasanya disebabkan oleh cidera otak, sedangkan demensia biasanya terjadi karena kondisi degeneratif pada otak atau kondisi metabolisme.
Penyebab amnesia biasanya terdiri dari kerusakan pada hippocamus (bagian otak yang menyimpan dan membentuk memori), gegar otak atau trauma pada kepala, stroke, penggunaan alkohol jangka pendek maupun panjang, kecemasan, trauma mental yang parah seperti PTSD.
Hal yang mungkin jadi penyebab dementia adalah penyakit otak neurodegeneratif (misalnya Parkinson dan Alzheimer), hipotiroidisme, kekurangan vitamin B12 atau masalah metabolisme lain, kelainan struktural pada otak, senyawa toksin seperti timah, tumor otak, maupun infeksi seperti meningtis.
Faktor Risiko
Orang-orang yang mengalami cidera atau trauma pada otak memiliki risiko lebih besar terhadap amnesia, sedangkan faktor risiko demensia semakin besar pada orang-orang berusia lanjut dan memiliki riwayat demesia secara genetik.
Orang-orang yang mengalami cidera atau trauma pada otak memiliki risiko lebih besar terhadap amnesia, sedangkan faktor risiko demensia semakin besar pada orang-orang berusia lanjut dan memiliki riwayat demesia secara genetik.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Jika Anda mulai mendapati gejala seperti kesulitan mengingat kejadian yang baru-baru saja terjadi, atau jika anda mulai sering tersesat pada rute jalan yang biasa Anda lewati, maka sebaiknya Anda mulai berkonsultasi pada tenaga kesehatan profesional.
Terpopuler

Ini Macam-Macam Tipe Diabetes yang Perlu Diketahui
04 Agustus 2024
Bahaya Self-Diagnosis yang Berpengaruh pada Kesehatan Mental
09 Juni 2024
Sama-Sama Bikin Lupa, Ini Bedanya Amnesia dan Demensia
18 Mei 2024

TrueBeam 2.7 dan Halcyon 2.0 – Pengobatan Berbagai Kanker dengan Teknologi Radioterapi Tercanggih dan Aman di Beacon Hospital Malaysia
10 April 2025
Terhubung dengan kami


